SHOW

SELAMAT DATANG | SEMOGA SITUS INI BISA BERMANFAAT DAN MENGINSPIRASI

Dropdown Menu

TUGAS KULIAH: THE DIMENSIONS OF MEANING

Kelompok 2 : 

Fitriana Nurcahya 113221120
Mariatul Soleha 113221197
Agung Sanjaya U 26.10.6.2.006
Anna Muslimah 26.10.6.2.020
Arviana Isna R 26.10.6.2.35

THE DIMENSIONS OF MEANING

3.1 Reference (referensial) dan denotasi 
Reference adalah hubungan antara expresi bahasa seperti pintu, pintu itu, kucing, kucing yang lain dan kepada apa saja ungkapan tersebut ditujukan/ mengacu dalam situasi penggunaan bahasa tertentu termasuk bayangan apa yang ada dalam benak si penutur. Reference merujuk kita tentang makna secara langsung mengacu kepada sesuatu yang dapat berupa benda nyata, peristiwa , proses, ciri, gejala sesuatu, dsb. 
98]LGFQ
Misalnya : 1. Kambing
                2. Gunung
                3. Indah 
Makna referensial dari kata diatas adalah :
 1. Jenis binatang. 
 2. Tanah bukit yang sangat luas, yang didalamnya ada lava yang masih aktif , atau tidak mengeluarkan lava.
 3. Riang, mata yang berbinar, enak dilihat. 
Denotasi adalah potensi kata seperti pintu/ kucing, digunakan dalam expresi kebahasaan tertentu. Denotasi merujuk kepada pengetahuan mengenai benda/ maksud dalam diri si penutur dan si pendengar, serta menggunakanya dalam komunikasi. Denotasi menunjukan aspek sentral dari makna kata dimana setiap pengguna bahasa setuju mengenai makna kata itu. Dengan pengetahuannya, orang menggunakan kata-kata dalam komunikasi dengan/ secara berhasil. 

3.2 Konotasi
 Berbeda dengan konotasi lebih kepada makna kata dipahami secara personal. Konotasi berbeda menurut pengalaman individu, meskipun begitu karena orang sering memiliki berbagai pengalaman yang sama, mungkin saja akan memiliki konotasi makna yang sama ( denotasi homogen ). 
Konotasi bervariasi menurut pengalaman hidup seseorang, konotasi merupakan arti tambahan bersifat situasional dan personal. Contoh : Dalam bahasa Inggris selama beberapa dekade terakhir telah ada hubungannya dengan konotasi dari kata-kata yang mengacu pada kelompok orang. Sejak tahun 1950-an , kata-kata seperti " Negro " dan " lumpuh " telah memperoleh konotasi negatif yang kuat , dan telah digantikan baik oleh kata-kata dengan konotasi netral ( yaitu " hitam ", " cacat " ) .

3.3 Sense Relation : Hubungan Makna  
Hubungan makna sangat erat dengan kaitannya dengan makna denotasi dan konotasi. Banyak kata yang dapat bermakna denotasi namun dapat juga bermakna konotasi misalnya: 1. Meja hijau →denotasi: meja yang berwarna hijau →konotasi: pengadilan 2. Tangan kanan →denotasi: bagian atas tubuh manusia yang berpangkal pada bahu sebelah Kanan →konotasi:seseorang kepercayaan atasannya 
Contoh lainnya:
John walked : john berjalan An hour elapsed : waktu berlalu Kalimat ini sudah paten tidak bisa diganti John elapsed/an hour walked. Ini intinya penggunaan kata tergantung pemakainya dan kecocokannya, Beberapa verb(kata kerja) dapat digunakan berbeda fungsi maknanya, 
misalnya: 
a) A window broke Tom broke a window Disini terjadi kesamaan pada jendela yaitu patah, namun broke pada kalimat pertama bermakna menjadi patah, dan pada kalimat kedua broke bermakna patah dikarenakan oleh Tom.
 b) Housework: bermakna pekerjaan rumah seperti: menyapu, mengepel, mencuci mobil dll Homewok : bermakna pekerjaan rumah tapi seperti: tugas dari kampus/sekolah.
Makna leksem terbentuk karena ada hubungan dengan leksem lainnya sehingga terbentuk sebuah frase/kalimat. Ada ada hubungannya dengan syntagmatic dan paradigmatic.
 Syntagmatic yaitu hubungan antara dua kata atau lebih secara berurutan (tidak harus berdampingan disamping kata lainnya), sehingga makna masing-masing kata berpengaruh pada kata lain dan kata-kata itu bergabung menjadi sebuah frase/kalimat Paradigmatig adalah pemilihan kata yang tepat, sehingga dapat digunakan untuk mengisi suatu kalimat rumpang namun sebenarnya makna dari setiap kata itu berbeda hanya mempunyai sedikit kemiripan. 
Misalnya: 
• My father reads……. Kita dapat mengisi dengan kata book/newspaper
• Fadli…. Letter about love kita dapat mengisinya dengan kata reads/writes 

3.4 Makna Leksikal dan Gramatikal
 Seekor anjing menyalak ( A dog barked ) Ini salah satu contoh kalimat. Kalimat ini terdiri dari frase a dog yang berkaitan atau memiliki makna hewan tertentu, yaitu seekor anjing. Dalam bahasa sebuah kata bisa memiliki makna yang merujuk pada ekspresi dalam penggunaan bahasa tersebut. 
Selanjutnya frase barked ini menunjukkan frase verba atau bermakna sebagai predikat dalam contoh kalimat tersebut, yaitu a dog barked. Setiap bahasa memiliki system tata bahasa yang berbeda.
 Seperti contoh di bawah ini, dalam kalimat 
A dog barked ini bisa memiliki makna gramatikal yang berbeda- beda. 
Statement vs question : 
A dog barked Did a dog bark? 
Affirmative vs negative : 
A dog barked A dog did not bark No dog barked 
Past vs present : 
A dog barked A dog barks.
 Makna a dog barked ini menunjukan tenses dalam kalimat itu past tense sedangkan a dog barks tenses present tense Singular vs plural : 
A dog barked. Some dogs barked. 
Makna a dog barked dalam bentuk tunggal sedangkan some dogs dalam bentuk jamak. Indefinite vs definite: 
A dog barked The dog barked. 
Makna a dog barked belum umum atau belum menunjuk pada anjing tertentu sedangkan the dog sudah diketahui anjing yang mana yang dimaksud. Dalam bahasa Inggris memiliki system bahasa tersendiri, seperti contoh kalimat a dog barked, ini dapat menghasilkan makna gramatikal yang berbeda. Makna gramatikal  kemudian , disajikan dalam berbagai cara : 
susunan kata-kata ( merujuk ekspresi sebelum predikat , misalnya) , 
dengan imbuhan gramatikal seperti - s melekat pada kata benda dan (anjing )- ed melekat pada verba atau predikat( bark) , 
dan makna gramatikal atau lebih memiliki fungsi sebagai function word,contoh pada (do, did, some ).
 Maknanya tidak gramatikal tetapi leksikal , dengan asosiasi di luar bahasa. Mereka adalah leksem . Leksem adalah satuan minimal yang dapat mengambil bagian dalam merujuk atau predicating . Semua leksem bahasa merupakan leksikon bahasa . Istilah ' leksem ' diusulkan oleh Lyons ( 1977:18-25 ) untuk menghindari kompleksitas yang terkait dengan ' kata.
 Perhatikan kata- kata berikut : 
a . pergi , pergi , pergi , pergi 
b . memasang dengan , menendang ember , anjing di palungan 
Berapa banyak kata-kata yang ada dalam kelompok ( a) ? empat atau satu? 
Ada empat bentuk dan bentuk memiliki empat arti yang berbeda , tetapi mereka memiliki makna bersama , yaitu makna leksikal dan makna gramatikal yang kelompok
(a) memiliki empat bentuk tapi merupakan satu lexem yaitu pergi. kelompok 
(b) terdiri dari beberapa kata, tetapi kata – kata tersebut bergabung menjadi satu kesatuan yang membentuk sebuah makna.

3.5 Morfem 
Leksem dapat terdiri dari satu bagian atau kata yang bermakna seperti ini :
Arm chair happy guitar lemon shoe 
Atau lebih dari satu bagian yang bermakna seperti ini : 
Armchair unhappy guitarist lemonade shoehorn Istilah lain untuk unit kata bermakna minimal disebut morfem . Arm , kursi , bahagia, gitar , lemon . Sepatu dan tanduk ini semua adalah morfem , tidak satupun dari mereka dapat dibagi menjadi sesuatu yang lebih kecil yang berarti . Mereka adalah morfem bebas karena mereka terjadi dengan sendirinya . morfem , juga ada morfem terikat yang selalu melekat pada sesuatu yang lain.

 3.6 Homonim dan Polisemi 
Homonim adalah kata (istilah) yang sama ejaan atau lafalnya, tetapi memiliki makna yang berbeda. perhatikan dua kalimat di bawah ini :
 1) Karena perang, kota itu tampak sangat genting (genting = gawat)
 2) Kakak sedang memperbaiki genting yang bocor (genting = atap)
 Ada 2 jenis homonim, yaitu homograp dan homofon. 
1. Homograp Homograp adalah kata yang sama ejaannya tetapi beda dalam pelafalannya. Contohnya dalam kata “Apel”.
 Perhatikan kalimat di bawah ini:
 1) Murid SMP N2 Surakarta sedang melaksanakan apel pagi. (apel = upacara) 
2) Rudy suka makan apel ( apel = buah)
       2. Homofon 
Homofon adalah kata yang sama lafalnya, tetapi berbeda dalam ejaannya. 
Contohnya dalam kata “bank” dengan “bang” 
1) Ibu menabung uangnya di bank. (bank = nama sebuah lembaga) 
2) Bang thoyib sudah tiga tahun tidak pulang. (bang = sebuah panggilan) 
Polisemi adalah suatu kata yang memiliki banyak makna. 
Contohnya adalah kata kepala. Makna dasar kepala adalah bagian tubuh di atas leher, tempat otak dan pusat jarngan saraf. Kata “kepala”ini memiliki makana yang lain, seperti : 
a. Bagian benda setelah atas atau bagian depan, contoh: kepala tongkat dan kepala surat. b. Pemimpin atau ketua, contoh: kepala kantor, kepala pasukan, dan kepala daerah.
 c. Sebagai kiasan atau ungkapan, contoh: kepala udang, kepala dua, dan besar kepala. 

3.7 Lexical ambiguity 
Lexical ambiguity adalah ketika homonim terjadi di posisi yang sama dalam pegucapan. Dan arti dari homonim itu sendiri adalah suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Seperti contoh ini , “I was on my way to he Bank.” Yang artinya “aku sedang dalam perjalanan ke bank.” maksud ucapan berikut kemungkinan akan membawa informasi tentang penyetoran dan penarikan uang tapi di satu sisi kemungkinan dia tidak pergi ke Bank tetapi untuk pergi memancing atau berlayar. Seringkali homonim termasuk kategori lesikal yang berbeda dan karena itu tidak menimbulkan ambiguiti misalnya seen (dilihat) dalah bentuk kata kerja “melihat”, sedangkan scene (adegan) kata benda kata benda yang tidak berhubungan, feet (kaki) adalah kata jamak yang konkret, feat (prestasi/perbuatan) adalah kata benda tunggal yang tidak nyata . Ambiguiti dapat terjadi karena bentuk bahasa yang memiliki arti yang sebenarnya dan arti kiasan. 
Contoh, “ There’s a skeleton in our closet”. Yang artinya “ ada kerangka di dalam kamar mandi”. Kita dapat mengartikan bahwa ada suatu peristiwa yang tidak baik yang di rahasiakan. Makna “ kerangka dalam kamar mandi” adalah leksem tunggal, dengan makna sebenarnya/kiasan merupakan ungkapan terdiri dari beberapa leksem. 
Jadi , lexical ambiguity adalah ambiguitas dalam suatu kalimat, yang biasanya terjadi karena pengulangan kata yang sama hingga menimbulkan kesan tidak jelas, padahal secara tata bahasa kalimat itu benar.

3.8 Sentence Meaning 
Kita berkomunikasi dengan ucapan dan masing-masing ucapan adalah bagian dari kalimat. Ada dua hal untuk maenjelaskan makna kalimat yaitu pertama, makna kalimat berasal dari makna unsur leksem dan dari makna grammatikal yang dikandungnya. Yang kedua, jika kalimat tersebut adalah pernyataan, jika kita bisa mengerti arti dari kalimat, dan kita akan mengetahui ketentuan yang diperlukan untuk kalimat menjadi kenyataan. 
Contoh “ Albert Thompson opened the first flour mill in Waterton” artinya Albert Thompon pertama kalinya membuka pabrik tepung di waterton.
Kita tidak mengetahui kalimat itu benar atau salah. jika kalimat itu benar, harus ada nama orang itu Albert Thompson dan tempatnya adalah Waterton, bahwa Albert Thompson membuka pabrik tepung dan tidak mempunyai pabrik tepung di Waterton sebelum Albert Thompson membuka pabriknya . Kebenaran makna kalimat berdasarkan pada gagasan inti dari banyak kalimat (banyak pernyataan). Sering kali kita memperoleh arti atau makna lebih dari apa yang kita dengar atau membaca daripada apa makna yang sebenarnya dalam pesan. Mungkin ini karena intuisi kita atau fakta pembicara/penulis menyimpulkan sesuatu mengisyaratkan makna lebih jauh. Dalam semantic kita tidak berdasarkan pada intuisi atau petunjuk, tapi kita berdasar pada bahasa dari pesan yang melibatkan beberapa makna tambahan yang dijadikan sebagai kesimpulan. 
Jadi , sentence meaning adalah komponen penting dari linguistik atau bahasa, yang akan menimbulkan issu penting tentang data yang relevan, tentang hubungan antara data dan teori, dan tentang penggunaan intuisi sebagai data.



Related Articles:

20 comments:

  1. what do you mean by 98] LGFQ?
    good understanding and easy to understand but in my opinion according to the existential hilosophers, meaning, purpose and choice are Necessary for quality of life.Qualitative Researchers exploring the perspectives of people who have experienced health crises have also identified the need for meaning, purpose and choice following life disruptions. Although espousing the importance of meaning in occupation, occupational therapy theory has been primarily preoccupied with purposeful occupations and Thus Spake Appears inadequate to address issues of meaning within people's lives.

    ReplyDelete
  2. Lia. Aquarista. My opinion, your summary is good and I can understanding, because your summary is simple and there example, so easy understand, but I still confused about reference. thanks guys...

    ReplyDelete
  3. Asri Wiandari (26.10.6.2.039)

    Good job friends....
    The summary is good enough. I get many information from yours explanation and I can understand well. Thank's :)

    ReplyDelete
  4. Asih Prabawati (26.10.62.038)

    I think your summary is good enough, because I can get point about your material and you give good example so we can easy to be understood.

    ReplyDelete
  5. Aslm... dears friendsssssss ^^

    My name is akhmad alwi from 7a class PBI

    After I read the summary, i think this summary is good...

    but when i was reading this summary, i feel little confused..

    in 3.2. konotasi , you wrote "Berbeda dengan konotasi lebih kepada makna kata dipahami secara personal" in my opinion it's not appropriate and it's better for you to write it like this " Berbeda dengan denotasi , konotasi lebih kepada makna kata dipahami secara personal.

    and when you write summary, you have to use punctuation for example : comma ( , ) for example in " a) A window broke Tom broke a window Disini terjadi kesamaan pada jendela yaitu patah, namun broke pada kalimat pertama bermakna menjadi patah, dan pada kalimat kedua broke bermakna patah dikarenakan oleh Tom. you should use comma in "A window broke , Tom broke a window.

    you should write these with original language in english " Perhatikan kata- kata berikut :
    a . pergi , pergi , pergi , pergi : go , went , gone , going
    b . memasang dengan , menendang ember , anjing di palungan

    OKey I think enough.... thnk you and i m sorry for my mistake ... see you waslm ^^

    ReplyDelete
  6. for this resume, i think it is good enough
    i get the point of the resume

    Ari Sayekti

    ReplyDelete
  7. Ariska Nofitasari
    Hi, i'm Ariska...
    Sorry, the peaper looks doesn't look as good as the content that you all translated. There's many crack moment when I should push my eyes to identify which sentence should I read with pause, fullstop. Then the consistency of the language is necessary needed. Sorry ....

    ReplyDelete
  8. Anna Zubaida,
    In my point of view the team should has a consistance principal and makes up the paper setting.
    Why? The title use an english technical term but some of the english terms translated in indonesian and the rest english. Then the body of paper, the font, and the pointing are necessary used to edited.
    Thx

    ReplyDelete
  9. Guys, the paper content of yours are good but I got an eye crash when I read it.
    I have to collect the high intention to read whether should I stop, pause or just go ahead. The paper structure should be recomposed again to make the reader have an enjoyable paper structure like the punctuation, pointing for topic, subtopic, and the example also. sorry for saying that.

    Any Fajria Fahri

    ReplyDelete
  10. Febiarizky Ayuningtyas
    Your summary about "The Dimensions of Meaning" is good. I get the point, although it is not all. There are something that I do not know what it mean. For example, in part 3.2, you explain about "konotasi", but you write "denotasi homogen", what does it mean? In addition, when you write a summary, you should be careful and pay attention to give punctuatio in your summary. Thank you.

    ReplyDelete
  11. Dwi Maryati 113221083

    ok well, good summary i've read. clear enough.
    maybe there is incorret text such as QLuj in the beginning. what is the meaning.
    but over all that is good summary. :)

    ReplyDelete
  12. Marwiyah
    in my opinion your summary about "The Dimensions of Meaning" is good and I can understanding but the punctuation in the sentence is not good, and you should write these with original language in english in the word “ pergi, pergi, pergi, pergi ,I agree with the above comments would be difficult to understand if you translated because it has the same significance although different writing, so you should write these with original language in english in the word

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. thank for your comment guys, we do apologize for our mistake such as; without punctuation, error in typing etc

    ReplyDelete
  15. Okay after I read the summary of the two groups, I have comment on the sentence meaning in sentence "Albert Thompson opened the first flour mill in Waterton” artinya Albert Thompon pertama kalinya membuka pabrik tepung di waterton. Kita tidak mengetahui kalimat itu benar atau salah. jika kalimat itu benar, harus ada nama orang itu Albert Thompson dan tempatnya adalah Waterton, bahwa Albert Thompson membuka pabrik tepung dan tidak mempunyai pabrik tepung di Waterton sebelum Albert Thompson membuka pabriknya. I less understand it, beg for more clarified the meaning of the sentence. But I guess overall it is understood and concise so that readers understand not difficult. Good for the second group. :)

    Ashrinta Afro' Nafisah (26.10.6.2.037)

    ReplyDelete
  16. Hi, guys.. I'm Dina Febriana / 261062066

    I wanna ask about "Denotasi". In your summery, u were mention "denotasi homogen". So, guys... Is there any kind of "denotasi" others that one? And please explain me, what is "denotasi homogen" . thx :)

    ReplyDelete
  17. Arin Tika S
    26.10.6.2.031

    Assalammu'alaikum
    I do apologize first. I want to give some comments for this summary. First, in point 3.1, I don't understand about the word "97]LGPQ". I want to ask about the meaning that word. besides that, please explain more effective and clearly so the reader can understand about this point.
    In point 3.4, you wrote "pergi,pergi,pergi". I think you can write "go, going, went, gone" like in the English version in the book. Because if you write like that, it just make the reader confused about the meaning. Or maybe you can add "( )", example= pergi (go), pergi (going), pergi (went), like that.
    Over all is good but all of you can write this summary is more clearly so the reader can receive the message in this summary well.
    Good job friends. So sorry about my comments. May this summary is useful for us.
    Thank you
    Wassalammu'alaikum

    ReplyDelete
  18. Lilis Nur Laili / 113221181

    After I read , I think this summary is good , I get the point , because your summary have Simple explanation and Good enough examples, but several words in your summary like “a . pergi , pergi , pergi , pergi”. Perhaps are not suitable , although we can get what you mean.

    Well done and good jobs^_^

    Arigatou Gozaimasu

    ReplyDelete
  19. Ana Qomariah
    26.10.6.2.014

    Assalamu'alaikum
    I do apologize me. After I read your summary, I get your point, but I still confused about "denotasi homogen" please explain me and give me an example for it.
    Good job friends.
    Wa'alaikumsalam

    ReplyDelete
  20. anggi nur prihatini (26.10.6.2.017)

    this summary is good enough. but i didn't understand about morfem. please explain briefly.

    ReplyDelete